Senin, 09 Januari 2012

Wahai Wanitaku

Wahai wanitaku


Sesungguhnya jalan ''KEBAIKAN'' itu ada di depanmu,
kuncinya ''berada'' di 'TANGAN'-mu.

''BENAR'', bahwa LELAKI-lah yg ''MEMULAI'' langkah dalam ''lorong'' DOSA,
tetapi bila engkau tdak ''SETUJU'', laki-laki itu tidak akan BERANI,
dan andaikan bukan lantaran ''GAYA'' lemah gemulaimu,
laki-laki tidak akan bertambah PARAH.

Engkaulah yang ''MEMBUKA PINTU'',
seakan kau katakan kepada si PENCURI itu; "SILAHKAN MASUK…",
dan ketika ia telah ''MENCURI'', engkau berteriak; maling…!
tolong… tolong… saya ''KEMALINGAN''.

Wahai ''Lelaki"-ku,

Tundukkanlah pandanganmu,
Menundukkan pandangan bukan berarti harus menundukkan kepala,
sehingga berjalan tak fokus arah,
atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali.

Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti;
- menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan.

Maksudnya adalah;
- menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar.
- Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain, lalu ia tidak mengamat-amati keelokan parasnya,
-tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya.

- Singkatnya;
menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, dan Rasul-Nya untuk kita memandangnya

-Seluruh malapetaka sumbernya berasal dari pandangan,
dan besarnya nyala api berasal dari bunga api yang kecil...

-Betapa banyak pandangan yang jatuh menimpa hati yang memandang
sebagaimana jatuhnya anak panah yang terlepaskan antara busur dan talinya

-Selama seorang hamba masih memiliki mata yang bisa ia bolak-balikkan (umbar)
maka ia sedang berada di atas BAHAYA di antara pandangan manusia

-Menyenangkan mata apa yang menjadikan penderitaan jiwanya…..
sungguh tidak ada kelapangan dan keselamatan,
dengan kegembiraan yang mendatangkan penderitaan.
~"0(~_*)0"~
 
periabi in love Blogger Template by Ipietoon Blogger Template