Begitu banyak makhluk Allah yang beridentitaskan laki laki di dunia ini. Namun tak sepenuhnya mereka itu “layak” dikatakan laki laki. Karena laki laki ada yang bersifat “pria” dan ada pula laki laki yang bersifat “cowok.” Di bawah ini kami buat sebuah pembeda antara karakter pria dan cowok. Semoga tips ini bermanfaat...
• Cowok itu memiliki rasa ketakutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria.
Sifat kebanciannya juga lebih menonjol, karena ia sangat takut dengan beberapa resiko atau penolakan yang harus ia terima. Sedangkan pria memiliki keberanian yang dapat diandalkan. Ia tidak pernah merasa gentar, sepanjang apa yang dilakukannya tidak menyimpang dari aturan aturan agama. Ia juga memiliki kesungguhan dalam setiap keputusan yang diambilnya.Sebagai contoh :Seorang cowok akan mengajak seorang akhwat untuk janjian ketemuan di suatu tempat. Ia akan banyak pertimbangan tentang rumah sang akhwat yang jauh, jalanan yang becek atau macet, belum lagi harus berhadapan dengan bapak sang akhwat yang tampangnya sangar, dan lain lain. Ia akan lebih memilih faktor praktis dan ekonomisnya dibandingkan dengan arti tanggung jawab yang diembannya. Sedangkan seorang pria akan datang sendiri ke rumah akhwat, meminta izin dari ayah si gadis untuk mengajaknya jalan, dan mengembalikannya kepada si ayah setelah acara selesai. Seorang pria juga akan memegang aturan aturan yang ditetapkan oleh sang ayah, misalkan harus pulang sebelum jam sekian, dan lain lain.
• Cowok itu mencintai dengan fisiknya.
Sedangkan Pria mencintai dengan hatinya.Cowok dapat dengan mudah melirik wanita lain, karena ia mencintai seseorang dengan matanya. Dapat dengan mudah pula berpaling ke lain hati, jika wanita yang diajaknya jalan tak mau dipegang, karena ia mencintai dengan tangannya. Dan dapat dengan mudah pula terlontar kata “I love you...” atau “Maukah kau menjadi pacarku?” atau mungkin “Maaf, kita sudah tidak ada kecocokan lagi...”Sedangkan Pria, karena ia mencintai dengan hatinya, maka segala kecintaannya ia wujudkan dalam diamnya. Pria juga jauh lebih peka terhadap apa yang terbaik bagi wanitanya. Senantiasa memuliakan serta menjaga kehormatan diri dan wanitanya. Dan biasanya pria itu jauh lebih hangat dan romantis.
• Cowok mendapatkan cinta dengan instant.
Sedangkan pria mendapatkan cinta dengan ujian.Satu rayuan maut dari seorang cowok, sanggup membuatnya menjadi arjuna dalam sekejap. Terkadang pula, ketika rayuan itu gagal, ia akan menggunakan segala tipu dayanya untuk menjerat wanita yang diinginkannya. Karena instant, cinta seorang cowok umumnya tidak tahan lama. Kalaupun lama, biasanya akan banyak pertengkaran yang terjadi di antara keduanya.Lain cowok, lain juga dengan pria. Seorang pria mendapatkan cinta dengan melalui tempaan dan ujian dari-Nya. Ketangguhannya menjaga pandangannya, keistiqamahannya menggelar sajadah cinta dalam istikharahnya, serta kemampuannya mengekang keinginannya melalui puasanya dengan sendirinya akan membawanya pada cinta sejati yang dipilihkannya. Ia jarang mengucap cinta, namun sekali ucap, cinta itu akan dibingkainya dalam sebuah pinangan yang indah.
• Cowok akan membawa wanitanya pada segala macam hal yang ia maui.
Sedangkan pria, akan membawa wanitanya pada segala macam hal yang terbaik baginya, dan bagi wanitanya.Contoh,Seorang cowok yang hobi dugem, maka mau tak mau, suka tidak suka, ia akan membawa wanitanya bepergian ke tampat tempat yang demikian itu. Ia tidak akan peduli meski gadisnya adalah seorang muslimah yang teguh menjaga hijabnya,karena pada dasarnya ia tidak mampu memaknai arti kehormatan sebuah hijab itu sendiri.Sedangkan pria, ia hanya akan mengajak sang akhwat hanya pada saat saat yang perlu saja. Ia juga akan bertamu pada jam jam yang tertentu saja, dan ia juga tidak akan mengajak akhwatnya ke tempat tempat yang tidak semestinya. Hal itu tidak lepas dari pemahamannya,bahwa kemuliaan seorang wanita adalah kemuliaannya juga.
• Cowok,identik dengan usahanya untuk menyempurnakan fisik.
Sedangkan Pria lebih cenderung untuk mempermatang kepribadiannya.Contoh :Banyak sekali cowok yang diribetkan dengan perawatan ini, perawatan itu, di sini, di sana, dan sebagainya. Beberapa budget ia anggarkan agar fisiknya selalu tampil menawan, dan menarik bagi siapapun yang melihatnya. Hanya saja, sangat disayangkan ketika kesempurnaan fisik itu diraih, tidak serta merta dibarengi dengan akhlaq yang indah, sehingga tidak sedikit dari mereka yang justru malah terjerumus karena kesempurnaan fisiknya.Adapun pria, karena fokus tujuannya bersifat jangka panjang, maka ia akan selalu berusaha menjaga dan memperbaiki kepribadiannya agar dapat menjadi imam yang bijaksana bagi keluarganya kelak. Pria juga rajin membaca, selektif bergaul, dan berkata seperlunya.
• Cowok identik dengan janji. Sedangkan pria identik dengan prinsip dan komitmen.
• Cowok mudah melambung ketika dipuji,
sehingga ia dapat dengan mudah drop, patah hati dan stress ketika berbagai masalah menghampiri. Sedangkan Pria, dengan pribadinya yang matang akan selalu tenang dan menikmati setiap masalah yang dihadapinya. Ia akan berfikir bahwa masalah itu adalah sebuah tangga yang mempertinggi kedudukannya jika ia dapat melewati masalah itu.
.................................
Dan lain lainWallaahu a’lam bish showwab...
Nah sahabat lelakiku, Bagaimana dengan Anda? Anda masuk kategori cowok ataukah pria?
Sumber : Riset dan Catatan Harian Muhammad Hambali.“Jadikan Aku Imam Sejati”Ditulis di Niigata, 3 Maret 2012.
~*~ JIKA ENGKAU WANITA MULIA ~*~
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Kelembutanmu...Tidak berarti engkau mudah dijual beliEngkau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti.
Kelembutan bukan hiasan, bukan juga kebanggaanTapi engkau sayap kiri kepada suami yang sejati.
Disebalik bersihnya wajahmuDisebalik tabir dirimuAda rahasia agung yang tersembunyi di dalam diriItulah sekeping hati yang takut pada Ilahi.
Duhai wanita mulia...
Sucikanlah wajahmu dengan linangan air mata keinsyafan.
Basahilah lidahmu dengan berdzikir kepada penciptamu.
Takut dan gemetarlah bathinmu kepada kehebatan Rabb-mu.
Sulamilah dosa-dosa silammu dengan taubat kepada dzat yang memilikimu.
Duhai wanita mulia...
Peliharalah akhlakmu karena ia kehidupanmu.
Peliharalah agamamu karena ia adalah nyawamu.
Peliharalah budi pekertimu karena ia adalah lukisan kehidupanmu.
Peliharalah amalanmu karena ia adalah pakaian ukhrawimu.
Peliharalah lisanmu karena ia adalah hatimu, yang menentukan baik dan buruknya dirimu.
Duhai wanita mulia...Engkau pasti bisa !!

