♥♥ Assalamualaikum♥♥
Saya tidak memandang rendah kaum wanita ,justru sebaliknya karena wanita adalah
ibu daripada laki laki yang nota benenya adalah pemimpin
ummat,pemimpin suatu
bangsa(kaum). tidak bisa dipunkiri bahwa keberhasilan ataupun hancurnya seorang
pemimpin tidak lepas wanita yang ada dibelakangnya (ini adalah fakta yang
tidakdapat dipungkiri).
mengenai pemimpin wanita dalam islam .
Saya berpendapat bahwa islam tidak melarang seorang wanita menjadi pemimpin
suatu kaum,sepanjang dalam kaum atau bangsa itu sudah tidak ada lagi figur laki
laki yang setara (sebanding dengan wanita tsb),baik dalam segi taqwa,
kecerdasan,jiwa kepemimpinannya,dan lain lain. disini akan berlaku bahwa wanita
bisa menjadi pemimpin atas kaumnya .
sampai ada laki laki yang dianggap sudah sebanding dengannya.
saya mencoba menganalisa dari sepenggal hadist nabi Muhammad SAW.
"bahwa tidak beruntung suatu kaum yang di pimpin oleh wanita "
maksudnya "pada saat kaum/bangsa tersebut dipimpin oleh seorang wanita maka
mulai saat itu norma akan bergeser, dan tidak lagi ada perbedaan laki laki dan
wanita .
hal ini akan berdampak pula pada norma agama ,dimana wanita akan melupakan
kewajiban terhadap suami,kewajiban terhadap anak ,tanggung jawab terhadap
allah.jika wanita menjadi pemimpin, pada dasarnya wanita lebih banyak
meninggalkan kewajibannya jika ia tetap mengejar haknya . sebagai muslim saya
hanya berharap kepada para ibu ,wanita karier, politisi , cobalah untuk
direnungkan kembali ,hadist
yang artinya "Jihad yang palin besar dari pada seorang wanita(istri) adalah
dirumah"
Mohon maaf kata "dirumah" jangan diartikan sempit.
maksudnya ,wanita muslim,lebih besar nilai jihad apabila ia melahirkan pemimpin
muslim yang taat , menjaga hak suami sebaik baiknya ,dll.
jika dijadikan syarat hal diatas mampukah wanita melasanakannya tanpa ada kecewa
dari Pihak laki laki (suami khususnya).
kata bijak:
"WANITA CUKUPLAH MELAHIRKAN SEORANG PEMIMPIN ,DARIPADA IA MENJADI PEMIMPIN ".
demikian pendapat saya lebih kurang saya mohon maaf .
jika salah itu adalah kesalahan saya .
diatas adalah komentar dari seseorang yang saya ambil dari yahoo groups.
dan ini adalh status yang saya pikir cukup menarik,saya ambil dari salah atu teman fb.
Kartini bukanlah wanita liar yg meneriakkan emansipasi dgn kesamaan total antara laki2 & perempuan
Emansipasi skali2 tdk berarti wanita "melesat" kluar rumah tanpa "kendali"
semoga kutipan2 diatas bermanfaat bagi semua dan khusunya bagi para kartini modern qta.
Selamat Hari Kartini...
tetaplah menjadi perawat yang baik untuk pohon yang berakar kuat,berbatang kokoh n berdaun rimbun yang kan memberikan perlindungan n keteduhan bagi siapa saja yang ada di sekitarnya.
tidak harus qta(perempuan) menjadi pohon yang kuat untuk memberi manfaat sekitar.
tapi cukup menjadi air yang mampu memberikan kehidupan n kesejukan bagi pohon tsb agar menghasilkan buah n benih yang baik n kuat pula untuk menjadi pohon2 penerus selanjutnya..
aamiin,,,,
Saya tidak memandang rendah kaum wanita ,justru sebaliknya karena wanita adalah
ibu daripada laki laki yang nota benenya adalah pemimpin
ummat,pemimpin suatu
bangsa(kaum). tidak bisa dipunkiri bahwa keberhasilan ataupun hancurnya seorang
pemimpin tidak lepas wanita yang ada dibelakangnya (ini adalah fakta yang
tidakdapat dipungkiri).
mengenai pemimpin wanita dalam islam .
Saya berpendapat bahwa islam tidak melarang seorang wanita menjadi pemimpin
suatu kaum,sepanjang dalam kaum atau bangsa itu sudah tidak ada lagi figur laki
laki yang setara (sebanding dengan wanita tsb),baik dalam segi taqwa,
kecerdasan,jiwa kepemimpinannya,dan lain lain. disini akan berlaku bahwa wanita
bisa menjadi pemimpin atas kaumnya .
sampai ada laki laki yang dianggap sudah sebanding dengannya.
saya mencoba menganalisa dari sepenggal hadist nabi Muhammad SAW.
"bahwa tidak beruntung suatu kaum yang di pimpin oleh wanita "
maksudnya "pada saat kaum/bangsa tersebut dipimpin oleh seorang wanita maka
mulai saat itu norma akan bergeser, dan tidak lagi ada perbedaan laki laki dan
wanita .
hal ini akan berdampak pula pada norma agama ,dimana wanita akan melupakan
kewajiban terhadap suami,kewajiban terhadap anak ,tanggung jawab terhadap
allah.jika wanita menjadi pemimpin, pada dasarnya wanita lebih banyak
meninggalkan kewajibannya jika ia tetap mengejar haknya . sebagai muslim saya
hanya berharap kepada para ibu ,wanita karier, politisi , cobalah untuk
direnungkan kembali ,hadist
yang artinya "Jihad yang palin besar dari pada seorang wanita(istri) adalah
dirumah"
Mohon maaf kata "dirumah" jangan diartikan sempit.
maksudnya ,wanita muslim,lebih besar nilai jihad apabila ia melahirkan pemimpin
muslim yang taat , menjaga hak suami sebaik baiknya ,dll.
jika dijadikan syarat hal diatas mampukah wanita melasanakannya tanpa ada kecewa
dari Pihak laki laki (suami khususnya).
kata bijak:
"WANITA CUKUPLAH MELAHIRKAN SEORANG PEMIMPIN ,DARIPADA IA MENJADI PEMIMPIN ".
demikian pendapat saya lebih kurang saya mohon maaf .
jika salah itu adalah kesalahan saya .
diatas adalah komentar dari seseorang yang saya ambil dari yahoo groups.
dan ini adalh status yang saya pikir cukup menarik,saya ambil dari salah atu teman fb.
Kartini bukanlah wanita liar yg meneriakkan emansipasi dgn kesamaan total antara laki2 & perempuan
Emansipasi skali2 tdk berarti wanita "melesat" kluar rumah tanpa "kendali"
semoga kutipan2 diatas bermanfaat bagi semua dan khusunya bagi para kartini modern qta.
Selamat Hari Kartini...
tetaplah menjadi perawat yang baik untuk pohon yang berakar kuat,berbatang kokoh n berdaun rimbun yang kan memberikan perlindungan n keteduhan bagi siapa saja yang ada di sekitarnya.
tidak harus qta(perempuan) menjadi pohon yang kuat untuk memberi manfaat sekitar.
tapi cukup menjadi air yang mampu memberikan kehidupan n kesejukan bagi pohon tsb agar menghasilkan buah n benih yang baik n kuat pula untuk menjadi pohon2 penerus selanjutnya..
aamiin,,,,
makasih untuk semua sumbernya :):)

